Peduli Sesama

Tiba di Kamp Kanzarpara, Pengungsi Rohingya Nikmati Nasi Biryani Hangat

Tiba di Kamp Kanzarpara, Pengungsi Rohingya Nikmati Nasi Biryani Hangat

September 6, 2017
|
0 Comments
|

dakwatuna peduli – Chittagong – Mereka datang lagi, membawa beberapa karung putih yang tampak penuh dengan barang-barang berharga. Selasa sore kemarin (5/9), rombongan baru pengungsi Rohingya tiba di area Kamp Kanzarpara, 3 kilometer jauhnya dari Sungai Naf. Entah sudah banyak rombongan pengungsi yang mencari suaka di wilayah zero line Bangladesh ini.

Anggota Tim Kemanusiaan ACT untuk Rohingya, Rahadiansyah, mengungkapkan, arus pengungsi terus berdatangan di Kanzarpara sepanjang hari. Rasa lelah nampak di mata mereka yang sayu. Sambil merebahkan diri di pelataran bangunan, para pengungsi memejamkan mata. Dalam lelap tidur, mereka mencoba mengusir horor di kampung halaman yang masih bercokol dalam ingatan, walau barang sejenak.

“Di antara mereka ada bayi yang baru berusia 20 hari. Bayangkan, selama beberapa hari bayi ini harus ikut menyeberangi Sungai Naf dalam kondisi musim hujan seperti saat ini,” ungkap Rahadiansyah.

Sesaat setelah kedatangan para pengungsi Rohingya tersebut, ribuan paket nasi biryani hangat dihidangkan. Sepuluh ribu paket pangan itu didistribusikan di beberapa area sepanjang Kamp Kanzarpara. Di tengah cuaca yang cukup dingin selepas hujan, mereka menikmati sajian hangat tersebut dengan begitu lahap.

Sepuluh ribu paket nasi biryani siap santap tersebut sebelumnya dimasak di Dapur Umum untuk Rohingya. Berlokasi di Padua, Chittagong, dapur umum amanah dari rakyat Indonesia ini sudah mengolah panganan lezat ini sedari pagi. Potongan daging sapi diracik dengan bumbu rempah dan dicampurkan ke dalam nasi hangat.

Anak-anak pengungsi yang baru tiba langsung beranjak dari tempat duduknya, berlari menuju relawan lokal ACT yang tengah membagikan paket nasi biryani dan air mineral. Beberapa paket nasi mereka bawa, untuk selanjutnya diberikan kepada anggota keluarga mereka yang tengah beristirahat.

“Ketika kami datang di Kamp Kanzarpara, anak-anak pengungsi itu juga baru tiba. Dari kampung halaman mereka di Rakhine, mereka harus berjalan dan menyeberangi Sungai Naf selama 12 hari untuk bisa ke sini. Masya Allah, 12 hari!” seru Rahadiansyah.

Hari itu, tidak hanya makanan dan air mineral yang dibagikan kepada para pengungsi Rohingya yang baru datang. Pakaian anak-anak dan dewasa serta kerudung juga dibagikan kepada mereka.

Beberapa di antara mereka memang membawa pakaian ganti. Namun demikian, pakaian yang mereka bawa begitu lusuh dan kotor akibat terguyur hujan dan terkena lumpur. Oleh karena itu, pakaian menjadi kebutuhan utama selain makanan, hunian, dan obat-obatan.

Sejak pekan lalu (31/8), Aksi Cepat Tanggap secara bertahap telah mendistribusikan bantuan tanggap darurat bagi ribuan pengungsi Rohingya yang tiba di area zero line Bangladesh. Bantuan pangan, terpal untuk hunian sementara, daging kurban, hingga pakaian layak pakai terus diberikan bagi para pencari suaka tersebut.

“Insya Allah, Kamis esok (7/9), kita akan mengirimkan sekitar 5 truk pertama yang berisi bantuan pangan. Mohon doanya agar pendistribusian bantuan ini berjalan lancar,” ujar Rahadiansyah.  (ACTNews/Sabah/dp)

%d bloggers like this: